Pelatihan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 4 Bersama DPD GAPEKNAS Prov. Bali

Dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai pengelola LPSE, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota Denpasar No. 2 Tahun 2014 Tentang Tugas dan Fungsi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Denpasar, Tim LPSE Kota Denpasar menyelenggarakan pelatihan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 4 pada hari kamis tanggal 26 Oktober  2016.

img_5849IMG_5848.JPGimg_5853

Soft Launching Aplikasi SIRUP V2 Tahun Anggaran 2017

Dikutip dari : https://eproc.lkpp.go.id/news/detail/198

sirup_launchlkpp1

Sesuai dengan Peraturan Persiden No 54 tahun 2010 dan perubahannya tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 25 ayat (1a) menyebutkan bahwa “Penggunaan Anggaran pda Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secra terbuka kepada masyarakat luas, setelah rancangan peraturan daerah tentang APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah disetujui oleh DPRD” dan pada ayat (3) menyebutkan bahwa “Pengumuman dilakukan dalam website Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/ Institusi masing-masing, papan pengumuman resmi untuk masyarakat, serta portal pengadaan nasional melalui LPSE.”

Berdasarkan hal di atas serta  dirilisnya aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) versi 2 Tahun anggaran 2017, Direktorat Perencanaan Monitoring dan Evaluasi Pengadaan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) akan menggelar Sosialisai beserta soft launching dari aplikasi SIRUP V2 yang dilaksanakan di beberapa lokasi, berikut jadwalnya ;

Detail Lokasi I Lokasi II Lokasi III
Hari/Tanggal Jakarta I
Sesi I
Rabu, 19 Oktober 2016
Sesi II
Kamis, 20 Oktober 2016
Sesi III
Rabu,  26 Oktober 2016
Batam
Senin, 07 November 2016
Surabaya
Senin, 14 November 2016
Jakarta II
Kamis, 27 Oktober 2016
Waktu 08.00 – 17.00 WIB 08.00 – 17.00 WIB 08.00 – 17.00 WIB
Jumlah Peserta 200 Peserta (50 peserta tiap sesi)
(Kementerian/Lembaga ” undangan terlampir “)
(Provinsi DKI Jakarta, Provinsi dan Kota di Jawa Barat, Provinsi dan Kota Banten)
75 Peserta
(seluruh Provinsi di Sumatera, seluruh Provinsi di Kalimantan )
80 Peserta (seluruh Provinsi Jawa Tengah, Provinsi DIY, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali,     Provinsi NTT, Provinsi NTB,     Provinsi Sulawesi, Provinsi Maluku, Provinsi Papua. )
Tempat/Alamat Gedung LKPP Lantai  2
Jl. Epicentrum Tengah Lot 11B, Jakarta Selatan 12940
Harmonie One Hotel  Convention Center
Jl. Engku Putri No. 1 Teluk Tering Kota Batam 29444
Garden Palace
Jl. Yos Sudarso No. 11, Jawa Timur 60271

Untuk  setiap acara sosialisasi di atas, jumlah peserta dibatasi, maksimal dua(2) orang untuk Provinsi/Kota, satu (1) orang untuk untuk pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran/ pejabat yang mewakili, satu (1) orang pejabat/staf  (yang memahami pengadaan dan dapat menggunakan/menjelaskan aplikasi SIRUP).
Informasi lebih lengkap dan softcopy undangan bisa diunduh melalui tautan http://www.lkpp.go.id/v3/#/read/4405

Kegiatan LPSE Kota Denpasar Triwulan III Tahun 2016

1. Bimtek Standar LPSE Se-Provinsi Bali, 3 Agustus 2016

Dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai penyelenggara standar LPSE dalam  Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2015 tentang peningkatan layanan LPSE perlu dilakukan peningkatan kapasitas personil Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemereintah (LKPP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Standar LPSE yang diaadakan di Hotel Westin Nusa Dua Bali pada hari Rabu, tanggal 3 Agustus 2016.

20160803_094353.jpg

 

2. Pelatihan SPSE Versi 4 Kepada DPD GAPEKNAS Provinsi Bali, 25 Agustus 2016

Dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai pengelola LPSE, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota Denpasar No. 2 Tahun 2014 Tentang Tugas dan Fungsi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Denpasar, Tim LPSE Kota Denpasar menyelenggarakan pelatihan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 4.0. kepada DPD Gapeknas Provinsi Bali , pada hari kamis tanggal 25 Agustus 2016.

20160825_141113

 

3. Koordinasi Teknis dengan Dinas Kominfo Kota Denpasar Terkait Integrasi SIRUP dengan GRMS Kota Denpasar, 11 Agustus 2016, 26 Agustus 2016, 31 Agustus 2016

Dalam rangka persiapan penerapan GRMS (Government Resources Management System) Kota Denpasar, Tim dari Bagian Program Pembangunan dan Dinas Kominfo Kota Denpasar melakukan koordinasi teknis terkait dengan integrasi Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dengan GRMS Kota Denpasar. Dimana kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2016, 26 Agustus 2016 dan 31 Agustus 2016.

20160811_113522

20160831_102956

 

4. Sosialisasi E-Katalog LKPP Kepada Pejabat Pengadaan dan PPK Kota Denpasar , 15 September 2016

Acara Sosialisasi e-Katalog kepada Pejabat Pengadaan dan PPK di lingkungan SKPD Kota Denpasar, diselenggarakan oleh Bhineka.com dengan tema “Belanja Cepat Cara Tepat Melalui e-Katalog” yang dihadiri oleh pihak LKPP sebagai narasumber dan Tim LPSE Kota Denpasar . Acara sosialisasi diadakan pada hari kamis, 15 September 2016.

20160915_093524

20160915_095708

Kunjungan Kerja dari Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 Desember 2009 LPSE denpasar mendapat kunjungan dari Kabupaten Tangerang, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menambah referensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi  Sistem Perekonomian dan Pembangunan, Bagian Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang dan proses pelelangan barang dan jasa khususnya E-Procurement. Peserta kunjungan Kabupaten Tangerang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangungan yang didampingi oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kab Tangerang disambut hangat oleh Bapak Asisten II Pembangunan Kota Denpasar. Dituturkan dalam kunjungannya kabupaten tangerang akan bersiap mulai menggunakan e-procurement  pada 2011 nanti, setelah semua persiapan teknis dan SDM  rangkum disiapkan.

Penggunaan TI jangan Menyebabkan Dehumanisasi

Denpasar (Bisnis Bali),

Pakar Teknologi Informasi (TI) mengatakan, TI memiliki peran yang sangatstrategis dalam kehidupan umay manusia dewasa ini. Oleh karena itu, keberadaannya harus dimanfaatkan secara arif untuk kesejahteraan manusia.

“TI harus digunakan secara arif. Keberadaan TI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan manuasia,” kata pakar TI dari Institute Pertanian Bogor, Prof. Dr. Kudang Boro Seminar, belum lama ini.

Menurut Kudang, TI diciptakan sebagai anugerah bagi umat manusia. Karena itu, keberadaan fasilitas TI harus dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan kehidupan manusia. “TI jangan membuat manusia sebagai budak,” katanya.

Agar manusia tidak menjadi budak dari ledakan perkembangan TI, Kudang menyerukan agar semua pihak selalu memperhatikan faktor etika dan norma dalam memanfaatkan TI sebagai media komunikasi kontemporer. “Keberadaan TI jangan menimbulkan dehumanisasi atau membuat kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Pakar psikologi pendidikan dari Amerika Serikat, Jerome Bruner, menyuarakan hadirnya teknologi informasi memliki efek dehumanisasi pada anak didik.

Bruner mengingatkan, ditengah dominannya penggunaan teknologi infomrasi berbasis komputer, dunia pendidikan akan menghadapi budaya baru yakni kultur komputasi.

Zaman informai yang menyediakan digitalisasi telah mengubah secara drastis tradisi cetak menjadi tradisi digital. Dalam tradisi cetak, citra belajar digambarkan murid-murid yang mengerjakan tugas dengan menenggelamkan wajah di buku-buku, kini di masa teknologi informasi ditandai dengan kebekuan anak didik menenggelamkan wajah ke layar monitor komputer.

E-Procurement Disambut Positif

Denpasar (Bisnis Bali),

Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) Bali, menyambut baik pengadaan barang maupun jasa lewat internet (e-procurement) yang dilakukan pemerintah.

Namun, yang terpenting dari pengadaan barang maupun jasa lewat internet ini adalah pemahaman dari masyarakat maupun pengusaha lokal dalam menyikapi e-procurement. Disamping itu, belum semua pengusaha lokal yang menguasai teknologi informasi.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Sertifikasi Ardin Propinsi (BSAP) Bali, Ir. Yogi Yasa Wedha, M.M, pada pengenalan e-procurement yang dilakukan Pemkot Denpasar, Selasa (24/11).

Yogi yang didampingi Ketua Ardin Bali, Made Ardana mengatakan, pengadaan atau sistem lelang via e-procurement mesti segera disikapi pengusaha daerah (lokal). Jika tidak, tentu oengusaha lokal akan ditinggal dan ‘kue’ yang ada didaerah dipastikan diambil pengusaha luar. Mengingat pengadaan via e-procurement, terbuka untuk pengusaha luar. E-procurement bisa lebih efisien, transparan dan efektivitas kinerja anggota juga jauh lebih mudah,” katanya.

Ardana mengatakan perkembangan teknologi saat ini tidak bida dikesampingkan. Perkembangan teknologi yang ada saat ini menuntut untuk mampu menguasai. Bila tidak disikapi secara serius, maka para pengusaha yang tergabung dalam Ardin jelas akan tertinggal. “Sekarang kita dihadapkan dengan persoalan di bidang SDM yaitu hampir 90% anggota Ardin belum menguasai IT. Untuk itu, kami akan melakukan berbagai langkah dalam mengejar ketertinggalan ini. Salah satunya dengan pelatihan secara bertahap,” katanya.

Assessment dari LKPP Pusat

Tepat hari Selasa, 24 November 2009, LPSE Denpasar dikunjungi oleh Team Assesment dari LKPP Pusat yaitu Bapak Ellensyah Kurniawan. 2 orang Team LPSE Denpasar berdiskusi singkat dengan team Assessment LKPP Pusat untuk IT Plan dengan menjawab sekitar permasalahan yang terjadi maupun harapan ke depan untuk kemajuan LPSE.