Kunjungan Kerja dari Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 Desember 2009 LPSE denpasar mendapat kunjungan dari Kabupaten Tangerang, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menambah referensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi  Sistem Perekonomian dan Pembangunan, Bagian Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang dan proses pelelangan barang dan jasa khususnya E-Procurement. Peserta kunjungan Kabupaten Tangerang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangungan yang didampingi oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kab Tangerang disambut hangat oleh Bapak Asisten II Pembangunan Kota Denpasar. Dituturkan dalam kunjungannya kabupaten tangerang akan bersiap mulai menggunakan e-procurement  pada 2011 nanti, setelah semua persiapan teknis dan SDM  rangkum disiapkan.

Penggunaan TI jangan Menyebabkan Dehumanisasi

Denpasar (Bisnis Bali),

Pakar Teknologi Informasi (TI) mengatakan, TI memiliki peran yang sangatstrategis dalam kehidupan umay manusia dewasa ini. Oleh karena itu, keberadaannya harus dimanfaatkan secara arif untuk kesejahteraan manusia.

“TI harus digunakan secara arif. Keberadaan TI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan manuasia,” kata pakar TI dari Institute Pertanian Bogor, Prof. Dr. Kudang Boro Seminar, belum lama ini.

Menurut Kudang, TI diciptakan sebagai anugerah bagi umat manusia. Karena itu, keberadaan fasilitas TI harus dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan kehidupan manusia. “TI jangan membuat manusia sebagai budak,” katanya.

Agar manusia tidak menjadi budak dari ledakan perkembangan TI, Kudang menyerukan agar semua pihak selalu memperhatikan faktor etika dan norma dalam memanfaatkan TI sebagai media komunikasi kontemporer. “Keberadaan TI jangan menimbulkan dehumanisasi atau membuat kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Pakar psikologi pendidikan dari Amerika Serikat, Jerome Bruner, menyuarakan hadirnya teknologi informasi memliki efek dehumanisasi pada anak didik.

Bruner mengingatkan, ditengah dominannya penggunaan teknologi infomrasi berbasis komputer, dunia pendidikan akan menghadapi budaya baru yakni kultur komputasi.

Zaman informai yang menyediakan digitalisasi telah mengubah secara drastis tradisi cetak menjadi tradisi digital. Dalam tradisi cetak, citra belajar digambarkan murid-murid yang mengerjakan tugas dengan menenggelamkan wajah di buku-buku, kini di masa teknologi informasi ditandai dengan kebekuan anak didik menenggelamkan wajah ke layar monitor komputer.

E-Procurement Disambut Positif

Denpasar (Bisnis Bali),

Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) Bali, menyambut baik pengadaan barang maupun jasa lewat internet (e-procurement) yang dilakukan pemerintah.

Namun, yang terpenting dari pengadaan barang maupun jasa lewat internet ini adalah pemahaman dari masyarakat maupun pengusaha lokal dalam menyikapi e-procurement. Disamping itu, belum semua pengusaha lokal yang menguasai teknologi informasi.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Sertifikasi Ardin Propinsi (BSAP) Bali, Ir. Yogi Yasa Wedha, M.M, pada pengenalan e-procurement yang dilakukan Pemkot Denpasar, Selasa (24/11).

Yogi yang didampingi Ketua Ardin Bali, Made Ardana mengatakan, pengadaan atau sistem lelang via e-procurement mesti segera disikapi pengusaha daerah (lokal). Jika tidak, tentu oengusaha lokal akan ditinggal dan ‘kue’ yang ada didaerah dipastikan diambil pengusaha luar. Mengingat pengadaan via e-procurement, terbuka untuk pengusaha luar. E-procurement bisa lebih efisien, transparan dan efektivitas kinerja anggota juga jauh lebih mudah,” katanya.

Ardana mengatakan perkembangan teknologi saat ini tidak bida dikesampingkan. Perkembangan teknologi yang ada saat ini menuntut untuk mampu menguasai. Bila tidak disikapi secara serius, maka para pengusaha yang tergabung dalam Ardin jelas akan tertinggal. “Sekarang kita dihadapkan dengan persoalan di bidang SDM yaitu hampir 90% anggota Ardin belum menguasai IT. Untuk itu, kami akan melakukan berbagai langkah dalam mengejar ketertinggalan ini. Salah satunya dengan pelatihan secara bertahap,” katanya.

Assessment dari LKPP Pusat

Tepat hari Selasa, 24 November 2009, LPSE Denpasar dikunjungi oleh Team Assesment dari LKPP Pusat yaitu Bapak Ellensyah Kurniawan. 2 orang Team LPSE Denpasar berdiskusi singkat dengan team Assessment LKPP Pusat untuk IT Plan dengan menjawab sekitar permasalahan yang terjadi maupun harapan ke depan untuk kemajuan LPSE.

Pelatihan untuk BSAP (Badan Sertifikasi ARDIN Propinsi) Bali

Hari ini Selasa, 24 November 2009 telah diadakan Pelatihan E-Procurement untuk BSAP yang bertempat di Ruang Pelatihan E-Procurement Kota Denpasar. Acara ini dihadiri dari kurang lebih 20 orang. Pelatihan dilakukan untuk pengembangan SDM baik itu untuk kepentingan Panitia dan Peserta.

Rencana Pengadaan Pelatihan untuk BSAP (Badan Sertifikasi ARDIN Propinsi) Bali

Menindaklanjtuin surat dari pihak BSAP Bali terkait dengan telah dilakukannya Pengadaan Barang/Jasa melalui internet (E-Procurement), maka akan diadakan Pelatihan Tata Cara Penggunaan Program E-Procurement.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pelatihan rencananya akan dilaksanakan Selasa, 24 November 2009 bertempat di Ruang Pelatihan LPSE Denpasar Kantor Walikota Lat. III Bag Progam Pembangunan yang akan dihadiri kurang lebih 20 orang dari pihak BSAP Bali.

Kunjungan Kerja LPSE Kulon Progo Jogjakarta

Hari/Tanggal : Rabu, 18 November 2009
Jam                   : 09.00 wita
Acara               : Menerima Kunjungan TIM LPSE KULON PROGO JOGJAKARTA
Tempat            : Ruang Konsultasi (Lantai III), Bagian Progam Pembangunan, Kantor Walikota Denpasar

Tim LPSE Kulon Progo Jogjakarta :
1. Nugroho
2. Widodo
3. M. Zundhi Malik
4. Jauhari A
5. Henry Winarto
6. Yuniar Wibowo
7. Bisono
8. Haryadi

Aplikasi Pengaman Dokumen LPSE (Apendo-LPSE)

Sebagai bagian terintegrasi untuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik – LPSE, LKPP bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) untuk membangun sistem pengamanan dokumen pada LPSE. Salah satu bagian dari sistem pengaman ini adalah Aplikasi Pengaman Dokumen LPSE (Apendo LPSE).

Apendo LPSE ini terbagi menjadi 2 bagian, ApendoPeserta dan ApendoPanitia. ApendoPeserta digunakan oleh peserta pengadaan untuk melakukan enkripsi terhadap dokumen penawaran yang akan dikirimkan/di-upload ke LPSE. ApendoPanitia digunakan oleh panitia pengadaan untuk dekripsi terhadap dokumen penawaran yang dikirim oleh peserta pengadaan.

Fungsi Apendo LPSE

Apendo LPSE digunakan pada proses e-pengadaan (pengadaan secara elektronik) di sistem LPSE untuk:

  1. Memastikan bahwa dokumen penawaran disandikan (encrypted) sebelum di-upload ke sistem LPSE.
  2. Memastikan bahwa dokumen penawaran hanya dapat dibuka oleh panitia yang bertanggung jawab terhadap pengadaan yang diikuti.
  3. Memastikan bahwa pengirim dokumen adalah penyedia yang bersangkutan dengan menyertakan identitas digital di dalam dokumen penawaran.

Download Aplikasi

Aplikasi Petunjuk Penggunaan Keterangan
Apendo Peserta – Versi 2.1 Petunjuk Penggunaan ada di dalam aplikasi dengan menekan F1 Untuk peserta pengadaan.

Setelah download, gunakan aplikasi untuk unzip (misalnya IZArc atau Winzip) untuk mengekstraknya.

Download Formulir Pendaftaran dan Keikutsertaan

Silakan download form di bawah ini untuk keperluan verifikasi.

  1. Download Formulir Pendaftaran (Form_Penyedia.xls).
  2. Download Formulir Keikutsertaan (Formulir_Keikutsertaan.doc).

Menneg PPN /Kepala Bappenas Melakukan Kunjungan kerja ke LKPP

dikutip dari : http://www.lkpp.go.id/v2/highlight-detail.php?id=3797564750

Jakarta, 4 November 2009,  Menteri  Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Meneg PPN – Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Alisyahbana beserta jajaran pimpinan bappenas melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah LKPP. Kunjungan diterima oleh  Kepala LKPP Dr. Ir. Roestam Sjarief M.N.R.M beserta jajaran pimpinan eselon 1 dan 2 LKPP. Read the rest of this entry »

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.